Karst, Salah Satu Keunikan Kota Kupang

Gua Kristal, sumber gambar: fahmianhar.wordpress.com

Minggu (21 Mei 2017) Climate Institute didukung oleh FNF Indonesia dan Freedom Institute mengadakan seminar dan bedah buku bertemakan “Perubahan Iklim di Kota Kupang”. Sangat menarik mengkaji tentang perubahan iklim di kota yang perhatian terhadap perubahan iklim melalui peraturan daerah belum begitu intens. Kota Kupang patut bersyukur karena tidak termasuk daerah yang berkontribusi terhadap terjadinya perubahan iklim, namun Kota Kupang justru patut untuk bersedih karena menjadi daerah yang terkena dampak perubahan iklim.

Meskipun tidak begitu kontributif terhadap perubahan iklim, bukan berarti Kota Kupang dapat mengacuhkan berbagai tindakan yang dapat memicu perubahan iklim. Karena sejatinya tindakan-tindakan tersebut tidak hanya memicu perubahan iklim, tetapi juga dapat memicu terjadinya degradasi kualitas lingkungan secara lokal. Terlebih lagi Kota Kupang merupakan kota yang berdiri di perbukitan karst, yang rentan terhadap penurunan kualitas air bawah tanah.

Apa itu karst? Dan mengapa Kota Kupang rentan terhadap penurunan kualitas air tanah? Simak lebih lanjut artikel berikut.

1. Kupang Kota Karst

Situs ensiklopedia mengartikan Kars sebagai sebuah bentuk permukaan bumi yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping. Sedangkan dalam satu jurnal dipaparkan bahwa karst merupakan topografi unik yang terbentuk akibat adanya aliran air pada bebatuan karbonat (biasanya berupa kapur, dolomit atau marmer). Proses geologi ini, terjadi selama ribuan tahun, menghasilkan permukaan yang luar biasa mulai dari pembentukan lubang-lubang vertikal, sungai-sungai dan mata air bawah tanah, hingga gua dan sistem drainase bawah tanah yang kompleks.

Dengan kedua penjelasan tentang karst tersebut tentunya semakin membuka kesadaran bahwa Kota Kupang yang berdiri di atas tanah dengan karakteristik seperti itu merupakan Kota yang dibangun di perbukitan karst. Bukti sederhana yang mudah dijadikan bukti adalah adanya arus sungai dasar tanah yang sering kali merusak sumur bor di Kota Kupang. Dan contoh yang lebih sederhana lagi adalah salah satu tempat wisata yang saat ini sedang menjadi trend di Kota Kupang, meskipun tidak persis di wilayah administrasi Kota Kupang yakni Gua Kristal dengan kolam guanya. Itu adalah fenomena khusus yang hanya terjadi di lokasi dengan karakteristik karst.

2. Karst, Antara Keunikan dan Kerentanan

Memiliki daerah dengan karakteristik karst menjadikan Kota Kupang sebagai daerah yang “beruntung”, karena tak banyak daerah dengan karakteristik seperti ini. Tentunya keadaan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah untuk memaksimalkan kondisi ini dengan menjadikan karst sebagai alternatif wisata selain wisata pantai yang sudah meng-Indonesia.

Namun dibalik keunikannya, karst juga memiliki suatu dilema yang justru bisa membahyakan masyarakat yang menghuni daerah ini. Terkhusus bagi masyarakat yang tinggal dihulu.

Karakteristik karst yang berpori akan memudahkan masuknya zat-zat kimia berbahaya dari permukaan tanah ke dalam lambung-lambung air di dasar tanah. Terlebih jika zat-zat berbahaya di atas tanah tersiram air secara sengaja atau tak sengaja dengan terguyur hujan. Apalagi jika dilihat kondisi saat ini dengan banyaknya sampah yang menumpuk dalam areal lahan terbuka dan langsung bersentuhan dengan permukaan tanah. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan zat kimia berbahaya yang berasal dari tumpukan sampah akan terbawa air ke lumbung air dasar yang dapat mengakibatkan kualitas air di dasar tanah berkurang secara kualitas. Dan jika kondisi yang sama terjadi selama beberapa tahun kedepan, maka jangan heran jika kualitas air sumur menjadi keruh dan berbau, dan tentunya akan membahayakan jika dikonsumsi.

Melihat kondisi di atas tentunya menjadi kabar gembira bahwa Kota Kupang berdiri di tanah yang memiliki karakteristik yang “langka”, dan dapat dikembangkan menjadi potensi wisata. Namun dibalik potensi, ada hal-hal yang perlu diwaspadai karena perbukitan karst memiliki kerentanan-kerentanan yang perlu dihindari.

 

Terima kasih. @Khafidh.TR

Comments

comments